Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

PREMANISME ROMANTIC....

Blog EntryJan 3, '06 1:20 PM
for everyone

Ada sebuah fenomena yang melanda dunia Arsitektur Brawijaya terutama bagi hampir semua kaum Adam yang menjadi punggawa Himpunan Mahasiswa Arsitektur Brawijaya. Bukannya masalah Studio Perancangan Arsitektur yang membuat pusing tujuh keliling atau juga bukan masalah Perancangan Kota dan Perancangan Permukiman yang membuat kantong “lega” tetapi masalah “hati” alias masalah cinta, di mana belum satu pun punggawa himpunan yang sudah menemukan calon belahan hatinya. Fenomena yang mungkin bukan merupakan barang baru walaupun begitu tetap saja menjadi masalah yang sangat menarik untuk diperbincangkan dan hal ini sering kali menjadi bahan olok – olok dari himpunan mahasiswa lain di lingkungan Fakultas Teknik. Padahal bisa dikatakan bahwa Himpunan Mahasiswa merupakan tempat strategis yang menjadi lalu lintas pergerakan semua mahasiswa, terbukti di semua organisasi kemahasiswaan kecuali Arsitektur, sangat jarang para punggawa yang “menganggur”. Apalagi menjadi punggawa bisa menjadi sebuah nilai plus, sebab biasanya cinta sangat dekat dengan kekuasaan. Hal ini terlihat jelas jika kita memperhatikan para penguasa dari jaman dulu sampai sekarang, sangat jarang memiliki satu, minimal dua atau tiga. Tapi hal itu sangat berbeda dengan fenomena yang terjadi di Himpunan Arsitektur Brawijaya, jangankan dua atau tiga, satu aja tidak ada. Padahal dari segi fisik juga tidak kalah dengan yana lainnya, apalagi masalah fisik berada pada jalur penilaian yang sangat relatif. Jadi sangat mengherankan jika para punggawa Himpunan Mahasiswa Arsitektur Brawijaya jika sampai sekarang ada yang menjomblo selama 1 tahun, ada yang 2 tahun, ada juga yang 4 tahun bahkan ada juga sampai detik ini belum pernah merasakan apa arti cinta. Banyak alasan yang mereka utarakan, ada yang mengatakan untuk konsentrasi dulu pada tugas - tugas kuliah dan mengurus himpunan, sebuah alasan klasik, semua juga punya tugas kuliah dan banyak juga yang sibuk berorganisasi tapi tidak melupakan hal “itu”, ada juga yang mengatakan masih dilarang orang tua, alasan yang sangat tidak tepat bagi seorang mahasiswa yang bukan anak kecil lagi, ada juga alasan yang lebih “berbobot”, yang mengatakan bahwa cinta itu bukan milik manusia tapi milik Tuhan dan DIA bisa menganugrahkan cinta kapan saja dan di mana saja kalau DIA mau, selama DIA belum menganugahkan cinta untuk kita lalu kita mau apa. Sebuah prinsip yang bagus dan benar tapi terlalu pasrah, semua yang ada di dunia ini memang milikNYA bukan hanya cinta dan semuanya bisa diusahakan dan tentunya harus dibarengi dengan doa. Horizontal mantap, vertikal terus, pasti jalan akan mulus. Kata orang bijak “love will find you if you try”. Kata orang tua “kalau mau makan mangga harus menanam mangga atau minimal membeli mangga tapi jangan sampai maling mangga apalagi mangga tetangga atau menunggu orang memberimu mangga” dan tentunya lebih nikmat jika mangga yang kita makan hasil dari tanaman kita sendiri. Oleh karena itu, sampai kapan kita harus menunggu turunnya Sang Dewi dari langit kemudian dengan ramah menyapa kita, suatu hal yang kadar kemungkinannya hampir tidak mungkin. Jangan terlalu banyak menonton sinetron, cobalah lebih realistis, sisihkan beberapa menit saja dalam sehari untuk mengusahakan hadirnya cinta dalam hidupmu sehingga hidupmu jadi lebih berarti.

 

Di bawah ini merupakan hasil survei kecil – kecilan yang saya lakukan terhadap beberapa orang teman mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghadirkan cinta dalam hidupnya. Bukan cinta yang hanya bersemayam di hati tapi cinta yang berbentuk cinta. Dalam bahasa kerennya “berapa lama waktu yang digunakan untuk melakukan pendekatan”. Dan tentunya bukan pendekatan yang gagal.

 

ORANG

LAMANYA PENDEKATAN

Dalam minggu

Dalam hari

(1)

(2)

(3)

1

1 minggu

7 hari

2

2 minggu

                     14 hari

3

2 minggu

                      14 hari

4

1 minggu

7 hari

5

                  12 minggu

                      84 hari

 

 

 

6

                24 minggu

                  168 hari

7

3 minggu

                    28 hari

8

1 minggu

7 hari

9

2 minggu

                     14 hari

10

1 minggu

7 hari

11

                16 minggu

                   112 hari

12

                 4 minggu

                     28 hari

13

                24 minggu

                   168 hari

14

                24 minggu

                   168 hari

15

3 minggu

                     28 hari

16

1 minggu

7 hari

17

6 minggu

                     42 hari

18

2 minggu

                    14 hari

19

                12 minggu

                    84 hari

20

4 minggu

                    28 hari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari tabel di atas dapat diambil rata – rata waktu yang diperlukan untuk melakukan pendekatan adalah :

= 7+14+14+7+84+168+28+7+14+7+112+28+168+168+28+7+42+14+84+28

20

    = 1029

          20

    = 51,54 hari

Dari hasil perhitungan di atas dapat waktu rata – rata untuk melakukan pendekatan yaitu 51,54 hari ≈ 7,5 minggu. Jika seseorang menjomblo selama satu tahun berarti telah menyia – nyiakan 7 kali kesempatan untuk mendapatkan cintanya. Didapatkan dari :

 

  1 tahun         =     54  =  7,2 ≈  7 kali kesempatan

  7,5 minggu           7,5

 

”Cinta itu bukan logika, cinta itu masalah hati, tidak bisa dihitung secara matematika” begitu kira – kira ungkapan beberapa teman, terutama yang masih menjomblo, ketika saya memberi tahu kepada mereka mengenai tulisan ini. Saya pribadi mengakui hal itu. Cinta memang bukan logika dan tidak bisa diukur dari deretan angka – angka. Cinta itu masalah hati, orang sudah pernah mengukur dalamnya laut yang terdalam dan juga sudah pernah mendaki tingginya gunung yang tertinggi bahkan Nabi Muhammad SAW sudah pernah menembus hingga langit ketujuh tapi sampai sekarang belum seorang pun yang tahu berapa dalamnya dan berapa tingginya hati seorang manusia, belum tentu seseorang yang menangis tersedu hatinya sedang pilu dan belum tentu juga seseorang yang tertawa gembira hatinya sedang bahagia. Begitu dalamnya hati manusia sehingga bukanlah sesuatu yang berlebih jika ada seorang filsuf mengungkapkan ”Rahasia Tuhan ada dalam hatimu, jika kamu ingin mengenali Tuhanmu maka selami hatimu”, suatu ungkapan yang memang tidak mudah untuk dijalankan namun pasti bisa dilakukan. Dan deretan angka – angka di atas bukanlah rekayasa dan bukan pula tipu daya namun fakta, kenyataan yang harus diterima dengan lapang dada, dengan sederet alasan maupun tanpa alasan. Saya bukannya ingin mengadakan sesuatu yang tidak ada atau melogikakan masalah yang tidak seharusnya untuk dilogikakan namun merupakan usaha pendekatan agar memudahkan kita untuk sedikit memahami hal – hal semacam itu sehingga hal – hal seperti itu tidak hanya akan menjadi dogma – dogma yang harus kita terima tanpa kita pahami artinya, dan bukan hanya dalam masalah cinta tetapi dalam segala hal. Sebab saya pribadi yakin antara sesuatu yang ”ada” dengan yang ”tidak ada” pasti ada suatu titik terdekat yang masih kita pahami dengan segala kekurangan kita, Tuhan tidak akan membuat teka – teki yang tidak bisa dipecahkan oleh umatnya,  Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang diluar kemampuan umatnya.

 

Cinta memang bukan logika dan memang bukan milik manusia tapi kita bisa berusaha menjadi salah satu manusia yang dititipi cinta oleh Sang Pemilik cinta dan belajar dari pengalaman orang lain bukanlah hal yang buruk. Lagi – lagi seperti kata orang bijak ”Apabila semua tempat adalah sekolah maka semua orang adalah guru”. Hiasilah hidup kita dengan cinta karena hanya dengan cinta hidup kita jadi lebih berarti bagi orang – orang di sekeliling kita, bisa dimulai dengan cinta terhadap kita sendiri. ”Cinta tidak melemahkan, justru menguatkan, cinta akan membuat hidup jadi lebih bercahaya” begitu kata Buya Hamka. Mudah – mudahan tulisan ini dapat memberi inspirasi bagi setiap orang yang membacanya terutama bagi saya sendiri.

 

 


5 Comments
pujay wrote on Jan 3, '06
”Rahasia Tuhan ada dalam hatimu, jika kamu ingin mengenali Tuhanmu maka selami hatimu”,
hiks hiks hiks ....
lilysabrina wrote on Jan 5, '06
Jangan terlalu banyak menonton sinetron,
nonton sepak bola yokkkkkk..:)))))
gauz wrote on Jan 7, '06
7 kali kesempatan
ckck.. gue udah lima taun nih, berarti 7 x 5 = 35 kali kesempatan gue sia-siakan, haha, penelitian yang menarik ril. Ini kan sifatnya kuantitatif ril, saran buat penelitian selanjutnya bisa dibikin sesuatu yang lebih kualitatif misalnya yang menjawab pertanyaan penelitian 'bagaimana mencari cinta dalam dua minggu (51,54 hari)?', gue yakin akan sangat berguna bagi mereka2 yang belum pernah merasakan indahnya cinta, atau yang lupa akan rasanya cinta, seperti gue tentunya... hehe
forever1forever wrote on Jan 14, '06
sebenarnya sih, tulisan ini untuk menyemangati diri sendiri...ha...ha...ha...ha....ternyata tanpa cinta hidup terasa kering n berpengaruh banget pada rancangan...sarannya bagus banget n menantang, kayaknya bisa jadi pekerjaan disaat liburan nih...
alenia24cappuccino wrote on Jan 16
:))
Add a Comment